Perilaku Moral

Perkembangan Prinsip Moral

Menurut Haidt (2008), terdapat dua aliran besar dalam perkembangan psikologi moral. Aliran pertama dimotori oleh Piaget, Kohlberg, Gilligan, Turiel, dan yang lainnya. Aliran ini meyakini pentingnya fungsi rasio dan otonomi dalam melakukan penilaian dan keputusan moral. Dalam Psikologi Moral, nama Jean Piaget sering kali dianggap sebagai tokoh pertama yang serius membahas moralitas dalam psikologi.

Menurut Piaget, moralitas berkembang seiring dengan perkembangan kognitif. Moralitas berekembang dari tahapan anomy yaitu ketika anak tidak dikendalikan baik oleh dirinya sendiri maupun orang lain. Tahapan berikutnya adalah heteronomy, yaitu tahapan ketika anak dikendalikan oleh orang lain. Pada tahapan heteronomy, anak menunjukkan kepatuhan terhadap aturan-aturan yang ada diluar dirinya. Terakhir, tahapan autonomy, yaitu tahapan ketika anak mempunyai kendali terhadap perilakunya sendiri Ide piaget kemudian dikembangkan oleh Kohlberg. Seperti halnya Piaget, Kohlberg pun meyakini bahwa tahap-tahap perkembangan moral tersebut bersifat universal dan setiap budaya diyakini mengikuti pola perkembangan yang sama. 

Kohlberg membagi tahapan perkembangan moral seseorang menjadi lebih detail. Menurutnya terdapat tiga level perkembangan moral. Pada level pertama (Pra konvensi), penilaian moral dilakukan berdasarkan konsekuensi yang akan diterimanya secara langsung. pada level ini, baik dan buruk dinilai berdasarkan reward dan punishment. Pada level kedua (konvensi), penilaian moral dilakukan berdasarkan keinginan untuk menyesuaikan diri dengan aturan sosial dan menunjukkan kepatuhan pada otoritas. Terakhir, pada level ketiga (pasca konvensi), penilaian moral dilakukan berdasarkan pemahaman terhadap prinsip keadilan yang dinilainya universal.

Faktor-faktor yang Memengaruhi Perilaku Moral
  1. Faktor Kognitif. Piaget dan Kohlberg merupakan tokoh terdepan yang meyakini bahwa perilaku moral dipengaruhi oleh penalaran moral. Orang yang penalaran moralnya kurang baik akan cenderung memilih tindakan tidak bermoral, sebaliknya orang penalaran moralnya baik akan cenderung memilih tindakan bermoral.
  2. Faktor Emosi. Emosi moral merupakan faktor penting dalam menjelaskan perilaku moral. menurut Haidt (2003), emosi moral merupakan sesuatu yang berhubungan dengan kepentingan pribadi atau kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.
  3. Faktor Kepribadian. Selain faktor kognisi dan emosi, faktor kesatuan antara moralitas dan kepribadian juga merupakan faktor penting dalam pembentukan perilaku moral. Identitas moral motivasi moral, karakter moral, kesadaran moral, integritas moral adalah faktor-faktor yang terbukti secara ilmiah berpengaruh terhadap pembentukan perilaku moral.
  4. Faktor Situasional. Selain dipengaruhi oleh faktor-faktor personal, perilaku moral juga dipengaruhi oleh faktor situasional. Misalnya, budaya timur yang lebih menekankan nilai-nilai kepatuhan, loyalitas, kerjasama, ataupun kesucian tentu akan menstimulasi perilaku yang berbeda dibanding budaya barat yang lebih menekankan individualisme, kebebasan berekspresi , dan sekularisme. Keluarga yang sekuler pun tentu akan menstimulasi perilaku yang berbeda dibanding keluarga yang religius.


Berikut ini contoh perilaku moral


















Komentar